Saya dan tim AWGI mempelajari secara cermat hasil wawancara terhadap pada calon peserta Scientific EEG and Clinical Hypnotherapy (SECH) angkatan 2026. Beberapa kami nyatakan belum memenuhi syarat untuk mengikuti SECH.
Salah satu peserta yang dinyatakan lolos, sebut sebagai Indah, 29 tahun, seorang konselor psikologi, menyampaikan secara mendalam alasannya belajar hipnoterapi dan memilih AWGI:
Alasan Belajar Hipnoterapi
Saya mengenal Bapak Adi W Gunawan sejak sejak usia 15 tahun, kelas 3 SMP, melalui buku beliau yang sangat disukai oleh ayah saya. Dari sanalah ketertarikan saya pada psikologi mulai tumbuh, hingga saya aktif mengikuti karya dan media sosial beliau.
Dalam perjalanan belajar, saya sempat mempelajari hipnosis sederhana dari guru meditasi di Bali dan dosen psikologi saya.
Namun, pengalaman hipnoterapi saya dengan hipnoterapis AWGI sangat berkesan. Saya mengalami perubahan hidup yang nyata, terbebas dari pola belief system yang terdistorsi akibat trauma di pikiran bawah sadar saya. Pengalaman ini membuka pemahaman saya akan kecerdasan luar biasa dari pikiran bawah sadar.
Alasan utama saya mengikuti SECH adalah karena saya membutuhkan modalitas yang lebih spesifik dan terstruktur untuk mendukung proses terapi yang saya lakukan pada klien..
Selama ini, pendekatan yang saya gunakan masih berfokus pada konseling serta terapi psiko-spiritual, seperti meditasi, kesadaran napas, dan membantu klien membangun mindfulness dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini sangat membantu dalam meningkatkan kesadaran, namun dalam beberapa kasus yang lebih serius, terutama yang berkaitan dengan trauma atau pola berulang, saya merasa membutuhkan teknik yang dapat menjangkau lapisan pikiran bawah sadar secara lebih langsung dan efektif.
Selama ini, untuk kasus klien saya yang membutuhkan hipnoterapi, saya selalu merujuk mereka kepada hipnoterapis lulusan AWGI. Saya melihat bahwa protokol AWGI sangat ketat, sistematis, dan terstandar, sehingga memberikan rasa aman bagi klien maupun bagi saya sebagai praktisi yang merujuk.
Pengalaman bekerja sama dengan para hipnoterapis AWGI juga menunjukkan hasil yang konsisten, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan secara etis. Oleh karena itu, saya memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap kualitas metode dan standar yang diterapkan oleh AWGI.
Kepercayaan inilah yang mendorong saya mengikuti Workshop SECH. Saya ingin memiliki kompetensi yang sama seperti yang dimiliki oleh para hipnoterapis AWGI agar dapat membantu klien secara langsung dengan pendekatan yang aman, terstruktur, dan sesuai standar yang telah saya yakini.
Bagi saya, SECH adalah modalitas penting yang melengkapi pendekatan yang sudah saya miliki, sehingga memungkinkan saya membantu klien tidak hanya di level kesadaran, tetapi juga pada akar permasalahan di bawah sadar. Dengan demikian, proses penyembuhan yang terjadi bisa menjadi lebih menyeluruh, terarah, dan berdampak jangka panjang.
Saya memilih Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology (AWGI) karena berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya, kualitas hipnoterapis lulusan AWGI memiliki standar yang sangat tinggi dan konsisten.
Saya juga memiliki beberapa rekan yang mengikuti sertifikasi hipnoterapis (CHt) dari beberapa institusi lain. Saya menyadari bahwa setiap pendekatan tentu memiliki keunikan masing-masing. Namun, saya melihat adanya perbedaan yang cukup signifikan dalam hal kedalaman pemahaman, ketepatan teknik, serta kualitas penanganan kasus jika dibandingkan dengan hipnoterapis lulusan AWGI yang saya kenal dan pernah bekerja sama.
Selain itu, saya sudah mengenal sosok Bapak Adi W Gunawan sejak lama melalui buku-buku beliau. Saya sangat resonate dengan cara beliau menyampaikan ilmu secara sistematis, membumi, namun tetap mendalam sehingga mudah dipahami sekaligus aplikatif dalam praktik.
Hal ini semakin menguatkan keyakinan saya bahwa AWGI adalah tempat yang tepat untuk saya belajar, bertumbuh, dan meningkatkan kompetensi saya sebagai praktisi, agar dapat memberikan dampak yang lebih optimal dan bertanggung jawab bagi klien-klien saya.
Saya memiliki komitmen untuk menjaga citra ilmu hipnoterapi dan pemahaman tentang pikiran (mind) yang telah diriset secara mendalam oleh Bapak Adi W. Gunawan, agar dapat terus hidup dan diterapkan secara profesional sebagai modalitas dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan pikiran bawah sadar.
Dalam praktik saya selama ini, saya menemukan cukup banyak klien yang sebelumnya menjalani terapi dengan hipnoterapis yang tidak memiliki standar dan protokol yang ketat justru mengalami distorsi, seperti terbentuknya belief system baru yang kurang tepat atau tidak mendukung proses penyembuhan mereka secara utuh.
Hal ini menjadi perhatian serius bagi saya, karena menunjukkan bahwa penanganan pada level bawah sadar membutuhkan kompetensi, struktur, dan tanggung jawab yang sangat tinggi.
Oleh karena itu, saya ingin menjadi bagian dari praktisi yang menjalankan hipnoterapi dengan standar yang benar, etis, dan profesional, sehingga dapat memberikan dampak yang akurat, aman, dan benar-benar membantu klien kembali pada kondisi yang lebih sehat secara mental dan emosional.